9 Alasan Mengapa Saya Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi adalah
seremoni peringatan hari lahir Nabi Muhammad r. di Indonesia perayaan ini biasa diselenggarakan pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam
penanggalan Hijriyah. Namun, ada sebagian daerah yang merayakannya dalam waktu
sebulan penuh.
Perayaan Maulid
Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi
Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan
atas lahirnya baginda Nabi Muhammad r. yang merupakan rahmat bagi alam semesta.
Dalam perayaan
ini, Masyarakat Indonesia memiliki ragam susunan acara, di samping membaca Qasidah
Maulid Nabi, kadang mereka juga mengundang Dai untuk menyampaikan materi
seputar sejarah, budi pekerti Nabi Muhammad r. dll.
Tidak hanya
itu, ada juga yang membagi-bagi sedekah dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad r. ini. Semua itu mereka lakukan tiada lain karena kegembiraan yang
luar biasa atas kelahiran Nabi Muhammad r. dan kecintaan mereka kepada Beliau.
Namun, meskipun
seremonial semacan dianggap baik, bukan berarti lepas dari celaan dan olokan.
Masih ada kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai penganut
ajaran murni salaf, membidahkan acara Maulid Nabi ini. Mereka menganggap
perayaan ini adalah Bidah yang harus dihindari, hanya dengan beralasan tidak
pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad r. dan para sahabat.
Oleh karena
itu, di sini Kami tergugah-atas mandat guru Kami, Ust.Rokib Saki S.Pd.I-untuk
mengumpulkan seluruh dalil, baik al-Quran maupun Hadis yang telah dipaparkan
para Ulama untuk membantah mereka.
Sebenarnya,
pertanyaan yang sering mereka lontarkan “Mengapa Anda merayakan Maulid Nabi?”
seakan-akan menanyakan “Mengapa Anda bergembira atas lahirnya Nabi Muhammad?”.
Sebab, perayaan Maulid ini, dalam pandangan Kita adalah ekspresi kegembiraan atas
lahirnya Nabi besar Muhammad r.
Pertanyaan ini
tidak selayaknya diucapkan oleh orang Mukmin. Sebab, Bagaimana mungkin Kita
yang notabene pengikut Nabi Muhammad ditanyakan mengapa Kita bergembira atas
kelahiran Nabi yang kita cintai. Jawabannya jelas, karena kita sangat mencintai
Nabi, karena kita orang Mukmin.
Pada dasarnya,
dari logika di atas sudah dianggap cukup membantah atau paling tidak
membentengi akidah Kita dari syubhat kelompok Salafi yang masih
abal-abal. Namun, di sini Kami akan paparkan segudang dalil perayaan Maulid
Nabi yang diambil dari al-Quran dan Hadis sebagai pengokoh akidah Kita.
Setidaknya ada 9
alasan mengapa Kita merayakan Maulid Nabi Muhammad r. Adapun perinciannya sebagai berikut:
1.
Ekspresi
kegembiraan atas lahirnya Nabi Muhammad r.
2.
Nabi
Muhammad r. pernah merayakan hari kelahirannya
3.
Perayaan
Maulid Nabi menghimpun ragam kebaikan (bacaan Sholawat, Dzikir, Sejarah, budi
pekerti dan sifat-sifat Nabi Muahmmad r.)
4.
Menambah
keimanan dan kecintaan Kita pada Nabi Muhammad r.
5.
Hari
Kelahiran Nabi Muhammad r. adalah hari yang paling utama.
6.
Perayaan
Maulid dianggap baik oleh mayoritas ulama.
7.
Tidak
semua apa yang ditinggalkan oleh generasi salaf termasuk bidah munkarah yang
harus dijauhi oleh setiap orang yang beriman
8.
Tidak
semua perkara baru (Bidah) itu haram.
9.
Menghidupkan
suasana Dzikir.
10 Alasan di
atas bukanlah angka final, tapi masih ada tumpukan alasan yang tidak bisa Kami
paparkan secara rinci. Untuk penjabaran alasan di atas sebagai berikut:
قال تعالى ( قل بفضل الله وبرحمته فبذلك
فليفرحوا ) (يونس : 58
Artinya: Katakanlah:
“Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.
Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka
kumpulkan”
Menurut Ibnu
Abbas yang dimaksud Rahmat dalam ayat di atas adalah Nabi Muhammad r. sebagaimana dalam ayat yang berbunyi:
وقد قال تعالى ( وما أرسلناك إلا رحمة
للعالمين ) (الأنبياء : 107
Artinya: “Dan
tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam.”
Disamping itu,
dalam satu riwayat dijelaskan bahwa Abu Lahab mendapat keringanan siksaan dari
Allah SWT.setiap hari senin karena pernah memerdekakan Tsuwaibah al aslamiyah sebagai
bentuk kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad r. Riwayat ini termaktub dalam ‘Arf ut-Ta’rif bil Maulidisysyarif
halaman 21, karya al hafzih al Jazari. Redaksinya sebagai berikut:
وَقَدْ رُوِيَ أَنَّ أَبَا لَهَبٍ رُؤِيَ
بَعْدَ مَوْتِهِ فِي النَّوْمِ ، فَقِيْلَ لَهُ : مَا حَالُكَ ، فَقَالَ فِي
النَّارِ ، إِلَّا أَنَّهُ يُخَفَّفُ عَنِّيْ كُلَّ لَيْلَةِ اثْنَيْنِ وَأَمُصُّ
مِنْ بَيْنَ أَصْبُعِيْ مَاءً بِقَدْرِ هَذَا – وَأَشَارَ إِلَى نُقْرَةِ
إِبْهَامِهِ - وَأَنَّ ذَلِكَ بِإِعْتَاقِيْ لِثُوَيْبَةَ عِنْدَمَا بَشَّرَتْنِيْ
بِوِلَادَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِإِرْضَاعِهَا لَهُ .
Artinya: “
Telah diceritakan bahwa ada seseorang melihat Abu Lahab dalam mimpi. Dikatakan
padanya “Bagaiamana keadaanmu?” Abu Lahab menjawab “ Di neraka, hanya saja
Allah meringankan siksaanku setiah malam senin, dan aku menghisap air seukuran
ini dari jariku –sambil beisarat pada ujung jempolnya—hal itu sebab aku
memerdekakan budak sebagai rasa gembira atas kelahiran Nabi Muhammad r.”
عن أبي قتادة أن رسول الله صلى الله عليه
وآله وسلم سئل عن صوم يوم الإثنين فقال : "ذاك يوم ولدت فيه ، وفيه أنزل علي"
Artinya: "Dari
abi Qatadah diceritakan bahwa Rasulullah r.pernah ditanyakan tentang puasa senin. Lantas beliau menjawab “Itu
Adalah hari di mana aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan kepadaku
wahyu (pertama kali)"
عن أنس أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم
عق عن نفسه بعد النبوة ، مع أنه قد ورد أن جده عبد المطلب عق عنه في سابع ولادته
Artinya: “Diceritakan
dari sahabat Anas bahwa Nabi r meng aqiqahi dirinya sendiri, padahal ada riwayat bahwa kakeknya,
yakni Abdul Muttallib telah meng aqiqahi Nabi pada usia 7 harinya”
Dalam ajaran
Agama Islam, aqiqah tidak boleh dilakukan dua kali. Ini menunjukkan bahwa
aqiqah kedua yang dilakukan oleh Nabi setelah beliau diutus adalah sebagai
bentuk rasa syukur atas anugerah Allah SWT.yang telah menjadikan beliau sebagai
rahmat bagi seluruh alam. Dari sini, menurut ulama tradisi membagi-bagi makanan
dalam perayaan mauli Nabi adalah legal seperti apa yang telah dilakukan oleh
Nabi dalam riwayat di atas.
1.
Pembacaan Sholawat
إِنَّ
اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:“Sesungguhnya Allah dan
Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
[Al-Ahzaab: 56]
2.
Berdzikir
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا
اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan
menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”
3.
Membagi-Bagi Sedekah
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا
تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan
janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat
baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
مَثَلُ
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ
أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ
يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang
yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat
gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”
4.
Dan Lain-Lain
Masih banyak lagi ragam kebaikan yang
terdapat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW seperti menyambung tali
silaturrahmi, ceramah agama, tawasul dan lain-lain yang tidak Kami paparkan
dalam tulisan ini.
قال الله تعالى ( وكلا نقص عليك من أنباء
الرسل ما نثبت به فؤادك ) (هود : 120
Artinya: “Dan
semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang
dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu
kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (Hud
11:120)”
أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال في
فضل الجمعة : "وفيه خلق آدم"
Artinya: “Sesungguhnya Nabi r berkata terkait keutamaan hari Jumat “Di hari itu Nabi Ada AS
diciptakan”
Hadis di atas
menjelaskan keutamaan Hari jumat sebab di hari itu Nabi Adam AS.diciptakan.
Lantas bagaimana dengan Hari kelahiran Nabi paling mulya? Tentu lebih utama.
ما رآه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن،
وما رآه المسلمون سيئا فهو عند الله سيء
Artinya: “apa
yang dipandang Muslimun baik maka baik pula dalam pandangan Allah, dan apa yang
dipandang jelek oleh Muslimun maka baik pula dalam pandangan Allah”
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ:
دَخَلْتُ اَنَا وَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيْدِ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص بَيْتَ
مَيْمُوْنَةَ، فَاُتِيَ بِضَبّ مَحْنُوْذٍ، فَاَهْوَى اِلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ ص
بِيَدِهِ، فَقَالَ بَعْضُ النّسْوَةِ اللاَّتِي فِي بَيْتِ مَيْمُوْنَةَ
اَخْبِرُوْا رَسُوْلَ اللهِ ص بِمَا يُرِيْدُ اَنْ يَأْكُلَ، فَرَفَعَ رَسُوْلُ
اللهِ ص يَدَهُ، فَقُلْتُ اَحَرَامٌ هُوَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لَا، وَ
لكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِاَرْضِ قَوْمِي فَاَجِدُنِي اَعَافُهُ. قَالَ خَالِدٌ:
فَاجْتَرَرْتُهُ فَاَكَلْتُهُ وَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَنْظُرُ. مسلم 3: 1543
Artinya: “Dari
Abdullah bin Abbas, ia berkata, “Saya dan Khalid bin Walid bersama-sama dengan
Rasulullah SAW datang ke rumah Maimunah, lalu ia hidangkan kepada kami daging
dhabb yang telah dibakar, Rasulullah SAW lalu mengulurkan tangannya untuk
mengambil daging tersebut, tiba-tiba sebagian dari wanita yang berada di rumah
Maimunah berkata, “Beritahukanlah dulu kepada Rasulullah SAW hidangan yang akan
beliau makan”. Karena itu Rasulullah SAW lalu menarik tangannya. Lantas saya
bertanya, “Apakah daging tersebut haram wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab,
“Tidak, tetapi karena ia tidak ada di negeri kaumku, maka saya merasa jijik
untuk memakannya”. Khalid berkata, “Lalu saya ambil daging tersebut dan saya
makan, sedangkan Rasulullah SAW melihat”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1543]”
اَلْمُحْدَثَاتُ مِنَ اْلأُمُوْرِ
ضَرْبَانِ، أَحَدُهُمَا مَا أُحْدِثَ مِمَّا يُخَالِفُ كِتَابًا أَوْ سُنَّةً أَوْ
أَثَرًا أَوْ إِجْمَاعًا فَهَذِهِ اْلبِدْعَةُ الضَّلاَلَةُ وَالثَّانِي مَا
أُحْدِثَ مِنَ اْلخَيْرِ لاَ خِلاَفَ فِيْهِ لِوَاحِدٍ مِنْ هَذَا، وَهَذِهِ
مُحْدَثَةٌ غَيْرُ مَذْمُوْمَةٍ،… ]البيهقي بإسناده في مناقب الشافعي [
Artinya “Hal
baru terbagi menjadi dua, pertama apa yang bertentangan dengan Al- Quran,
Sunah, atsar, dan ijma, maka inilah bid`ah dholalah. Yang kedua adalah hal baru
dari kebaikan yang tidak bertentangan dengan salah satu dari yang telah
disebut, maka tidak ada khilaf bagi seorang pun mengenainya bahwa hal baru ini
tidak tercela(al Baihaqi dalam Manaqib As Syafii)”
Mengenai hadis
“Setiap bidah itu sesat” menurut para ulama adalah Lafadz umum namun yang
dikehendaki makna khusus. Artinya, bidah yang dimaksud dalam itu adalah bidah
yang menyalai al-Quran dan hadis.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا
اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: “Hai
orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang
sebanyak-banyaknya.”
Kesimpulan
Perayaan Maulid
Nabi r yang selama ini dituduh sebagai perbuatan bidah munkarah adalah
tuduhan yang tidak bertanggung jawab, mereka hanya memahami potongan hadis tanpa memahaminya secara utuh. Oleh
karena itu, dengan beberapa penjalasan di atas, al faqir berharap apa yang telah
al faqir suguhkan bisa bermanfaat dalam menjaga akidah umat Islam. Selamat
membaca! Semoga bermanfaat!.

0 komentar