Beberapa Negara sekuler


Akmal Sjafril, Pembina SPI dan peneliti INSISTS membuka sedikit tabiat sekularisme ketika memberikan kuliah umum di Aula INSISTS, Kalibata. Katanya, setidaknya ada tiga pokok tabiat sekularisme yang membedakannya dengan Islam. Pertma, disenchantment of nature (penghapusan magnet Tuhan dari seluruh alam semesta). Kedua, desacralization of politics (menghilangkan intervensi Tuhan dalam politik). Ketiga, deconsecration of values (penafsiran terhadapa nilai).
“Pada hakikatnya, sekularisme adalah pintu masuk ke jalan kekufuran. Ketika hubungan manusia dengan Tuhan dipisahkan dari kepentingan antar manusia atau urusan publik, maka sejatinya manusia sudah terjebak untuk menegasikan ke-Maha Kuasa-an Tuhan, atau bahkan mempertuhankan sesuatu selain Tuhan,” ungkapnya.
Berikut, negara-negara yang paling jauh dari nilai-nilai spiritual, bahkan cenderung ateis.
Asia
1. China: Saat survei terhadap 65 negara oleh Gallup International dan WI Network of Market Research dan diberitakan harian Washington Post, didasarkan pada 63.898 wawancara, China berada di puncak daftar negara yang paling tidak relegius di dunia (kompas.com)
2. Hongkong: Sebagian besar penduduk Hongkong menganut kepercayaan tradisional Tionghoa. Sementara lainnya memeluk agama Kristen, Protestan, Taoisme atau Buddha. Namun menurut jajak pendapat Gallup, sekitar 34% penduduk bekas jajahan Inggris itu mengaku tidak percaya kepada Tuhan. (hidayatullah.com)
3. Jepang: Sebagian besar penduduk Jepang menganut kepercayaan etnis Shinto alias agama para dewa, yang dalam hakekatnya Shintoisme tidak mengenal prinsip ketuhanan seperti agama samawi. Sebab itu pula banyak penganut Shinto yang mengaku tidak bertuhan. Gallup menemukan sekitar 31% penduduk Jepang mengklaim dirinya sebagai Ateis. (m.kaskus.co.id)
4. Vietnam : Dengan 66.978.900 warga yang ateis dari 81% total populasi, Vietnam menjadi negara yang terasa sangat asing (ateis) di kawasan Asia. (m.kaskus.co.id)
Eropa
1. Islandia: "Sekularisme tumbuh pesat di Islandia, terutama pada anak-anak muda," kata Bjarni Jonsson, direktur dari Asosiasi Humanis Etis Islandia, lembaga swadaya masyarakat yang berpaham ateis, seperti dilansir koran the Independent (merdeka.com)
2. Swedia: Survei yang dilakukan oleh Gallup International dan WI Network of Market Research, sekitar delapan dari 10 orang Swedia mengatakan mereka "tidak religius" atau "yakin sebagai ateis." Survei-survei menunjukkan rakyat Swedia lebih mempercayai lembaga-lembaga seperti badan pajak daripada Gereja Lutheran (Voaindonesia.com)
3. Spanyol: Katolik memang mewakili porsi terbesar dari penduduk Spanyol yang beragama. Sementara sisanya tersebar antara Protestan atau Islam. Anehnya, kendati beragama, sebagian besar penduduk Spanyol mengaku tidak taat menjalani ritual keagamaan. Sementara 20 persen mengaku ateis atau agnostic (islampos.com)
4. Perancis: Revolusi Perancis pada tahun 1789 telah menggulingkan Katolik Roma sebagai agama resmi negara dan hukum pada tahun 1905 telah memisahkan antara gereja dan negara. (bersamaislam.com)

5. Ceko: Sekitar 30% penduduk Republik Ceko mengaku tidak bertuhan. Sementara jumlah terbesar memilih tidak menjawab perihal agama yang dianut. Faktanya, agama sulit berjejak di negeri yang berada di jantung Eropa tersebut. Penganut Katholik dan Protestan misalnya cuma berkisar 12 persen dari total populasi. (islamindonesia.com)

You May Also Like

0 komentar

recent posts